SEJARAH IPNU dan IPPNU KOMISARIAT SYUBBANUL WATHON

IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon berdiri pada tahun 2015, didirikan oleh beliau Bapak Kyai Haji Achmad Izzuddin Lc, M.Si selaku kepala sekolah SMK Syubbanul Wathon pada saat itu. IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon dibentuk atau didirikan untuk menggantikan organisasi SWIS (Syubbanul Wathon Islamic Student) atau biasa disebut OSIS. Pembina pertama IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon saat itu adalah Bapak Muhammad Baidlowi dan Ibu Munitasari, beliau adalah Pembina yang membantu berjalannya program-program kerja IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon dan membawa organisasi menjadi maju serta berkembang sampai saat ini.

            IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon adalah organisasi intra pondok dan sekolah yang memiliki tugas serta tanggung jawab di lingkup pondok pesantren dan unit sekolah. Pada masa organisasi SWIS saai itu hanya berkecimpung di dalam unit sekolah saja. Maka dari itu dengan dibentuknya organisasi IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon ini santri akan lebih berpengalaman luas dalam berorganisasi, karena di dalam organisasi IPNU dan IPPNU ini program kerja yang diemban lebih besar dan santri dapat mengabdi dengan baik untuk pondok pesantren API ASRI Tegalrejo Magelang.

IPNU dan IPPNU ini dipilih karena organisasi ini organisasi dibawah naungan Nahdhatul Ulama yang mewadahi para pelajar dan santri  sebagai generasi penerus bangsa yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah . Selain itu IPNU dan IPPNU adalah organisasi yang berkelanjutan sampai santri menjadi alumni Syubbanul Wathon, mereka dapat melanjutkan pengabdiannya di wilayah masing-masing seperti PAC, PC dan lain sebagainya.  Dengan begitu santri dapat belajar lebih luas lagi dalam mengembangkan potensi diri mereka meskipun sudah tidak dipesantren.  

            Adapun ketua IPNU Komisariat Syubbanul Wathon pertama saat itu adalah Aditya Dimas dan Asaduzzaman Al-Arifi sebagai wakilnya, sedangkan ketua IPPNU nya yaitu Kuni Khasanah dan Lufi Sabillah sebagai wakilnya.

            System kaderisasi kepengurusan IPNU dan IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon melalui Makesta, yang dilaksanakan selama dua sampai tiga bulan dengan kegiatan hariannya berupa PBB, latihan kedisiplinan, bimbingan fisik dan mental. Dan pada kegiatan mingguannya berupa pemateri tentang organisasi, wawasan kebangsaan dan ke NU-an. Pada akhir pendidikan makesta santri melaksanakan tes wawancara dengan pembina untuk menjadi pengurus Komisariat, dan santri-santri yang dinyatakan lolos  menjadi pengurus akan melaksanakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) selama tiga hari tiga malam. 

Berita Terkait

Scroll to Top