
Tegalrejo – Suara riuh dan semangat siswa-siswi SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo terlihat memuncak saat mengikuti Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Bangunlah Jiwa Raga dan Berekayasa dalam Teknologi.” Program yang berlangsung selama tiga hari ini melibatkan siswa kelas X dan XI dalam rangkaian kegiatan kreatif yang bertujuan memperkuat karakter serta keterampilan teknologi mereka.
Kegiatan yang dihelat pada 1 hingga 3 Oktober 2024 ini dirancang agar siswa dapat mendalami isu-isu penting, khususnya mengenai pembangunan jiwa dan raga, serta penguasaan teknologi. Pada hari pertama, para siswa ditantang untuk membuat poster bertemakan mental health atau kesehatan mental. Melalui kreativitas mereka, pesan-pesan penting tentang pentingnya menjaga kesehatan mental terpampang dalam bentuk karya seni visual yang menarik dan edukatif.
Memasuki hari kedua dan ketiga, siswa-siswi beralih dari dunia seni visual ke prakarya dengan tangan mereka sendiri. Menggunakan bahan sederhana seperti kardus, mereka ditugaskan untuk membuat tempat sampah organik. Dalam kegiatan ini, mereka tak hanya belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengenai penerapan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Tempat sampah organik dari kardus ini mengajarkan kami untuk berkreasi dengan bahan-bahan yang ada di sekitar. Kami jadi lebih sadar pentingnya teknologi sederhana yang ramah lingkungan,” kata Fita, siswi kelas XI yang terlibat dalam pembuatan tempat sampah tersebut.
Program P5 ini memang bertujuan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengasah keterampilan sekaligus memperdalam pemahaman mereka tentang isu-isu penting dalam masyarakat. Dengan mengusung tema Bangunlah Jiwa Raga dan Berekayasa dalam Teknologi, program ini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya tangguh secara mental dan fisik, tetapi juga inovatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana P5 mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan modern. Siswa-siswi SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo pulang tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan rasa tanggung jawab baru sebagai pelajar Pancasila yang siap menghadapi tantangan zaman.






