Tegalrejo – Suasana kesibukan terasa di SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo selama sepekan terakhir. Seluruh siswa dari kelas X, XI, dan XII Jurusan Busana, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) tengah berjuang menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) untuk semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Kegiatan yang berlangsung dari 30 November hingga 7 Desember ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian pembelajaran mereka.
ASAS adalah agenda rutin yang memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan dasar dan menengah. “Ujian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Hasilnya juga menjadi landasan penting dalam menentukan kenaikan kelas atau kelulusan mereka,” ungkap Pak Zafry, salah satu panitia penyelenggara.
Meski berjalan lancar, pelaksanaan ASAS tahun ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa siswa terpaksa mengikuti ujian dari rumah karena kondisi kesehatan yang kurang mendukung. Pihak sekolah pun memberikan fasilitas khusus bagi mereka untuk memastikan kesempatan yang setara dalam menyelesaikan tugas.
Selain itu, waktu pelaksanaan ASAS kali ini berdekatan dengan berbagai agenda besar lainnya, seperti pameran Teaching Factory (TEFA) akhir tahun dan kegiatan classmeeting berupa Musabaqoh. “Ini menjadi hambatan tersendiri, terutama dalam hal pengelolaan waktu dan koordinasi antar panitia,” tambah Pak Zafry.
Namun demikian, siswa tetap menunjukkan semangat tinggi. Dari balik layar, para guru dan panitia bekerja keras untuk menjaga kelancaran setiap sesi ujian. Persiapan matang, mulai dari penyusunan soal hingga distribusi jadwal ujian, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan ASAS kali ini.
Bagi siswa, ASAS bukan sekadar ujian. Ini adalah momen untuk merefleksikan perjalanan akademik mereka selama satu semester. “Saya merasa ujian ini sangat menantang, tapi juga memotivasi untuk belajar lebih serius,” kata Siti, salah satu siswa jurusan Busana.
Dengan berakhirnya ASAS, siswa SMK Syubbanul Wathon kini bersiap menyongsong agenda berikutnya. Semangat yang mereka tunjukkan dalam menghadapi ujian ini menjadi bukti nyata dedikasi mereka terhadap pendidikan, meskipun di tengah tantangan yang ada.






