TEGALREJO- 7 Mei 2026, Ratusan siswa SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo yang terdiri dari dua angkatan, yakni kelas X (angkatan Sagga) dan kelas XI (angkatan Raffa), melaksanakan kegiatan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Chudlori. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi program kokurikuler sekolah.
Penguatan Karakter dan Nilai Spiritual
Kegiatan ziarah ini diikuti oleh seluruh siswa dari angkatan Sagga dan Raffa dengan didampingi oleh jajaran guru serta staf sekolah. Sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler, agenda ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter, sekaligus memberikan pendalaman praktis terhadap muatan lokal keagamaan yang menjadi pondasi pendidikan di SMK Syubbanul Wathon.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meneladani rekam jejak perjuangan KH Chudlori dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam, serta memahami nilai-nilai historis dari institusi tempat mereka menimba ilmu.
Pelaksanaan Ziarah secara Khidmat
Prosesi ziarah berlangsung secara tertib dan khidmat. Rangkaian acara meliputi pembacaan tahlil, zikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh guru pendamping. Kehadiran dua angkatan besar ini diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu ketenangan area makam dan peziarah umum lainnya.
Siswa kelas X (Sagga) dan kelas XI (Raffa) mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh disiplin, mengenakan seragam sekolah sebagai identitas formal dalam kegiatan luar kelas ini.
Tujuan dan Relevansi Pendidikan
Sebagai kegiatan kokurikuler, ziarah ini memiliki fungsi strategis dalam kurikulum sekolah, di antaranya:
- Literasi Sejarah: Memberikan pemahaman langsung mengenai silsilah dan jasa tokoh pendiri pesantren bagi masyarakat Tegalrejo dan sekitarnya.
- Pendidikan Adab: Menanamkan tata krama berziarah dan penghormatan kepada guru serta ulama.
- Penguatan Identitas: Membangun rasa bangga dan keterikatan emosional siswa terhadap almamater melalui pengenalan akar sejarah sekolah.
Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dirancang untuk menyeimbangkan aspek kognitif di dalam kelas dengan pengalaman spiritual-sosial di lapangan. Melalui ziarah ini, angkatan Sagga dan Raffa diharapkan dapat terus mengintegrasikan nilai-nilai luhur dalam keseharian mereka sebagai pelajar.






